doraemon

doraemon

Minggu, 08 November 2015

Ekonomi Koperasi (Tugas 2)




    1. Pengertian Sisa Hasil Usaha
      SHU Koperasi adalah sebagai selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue ) atau biasa dilambangkan (TR) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost) dengan lambang (TC) dalam satu tahun waktu. 

      P
      engertian koperasi bila ditinjau menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:
    -       SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
    -     SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
    -        Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
    -       Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.
    -    Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.
    -     Semakin besar transaksi (usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.

    2.  Bentuk / Jenis Koperasi 
        Ada bermacam-macam bentuk koperasi. Pengelompokan jenis koperasi bisa diketahui berdasarkan jenis usaha dan keanggotaan koperasi. 

    Bentuk Koperasi Berdasarkan Jenis Usaha:
    a.       Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
    KSP adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung (menyimpan) akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota. Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota.”
    b.      Koperasi Serba Usaha (KSU)
    KSU adalah koperasi yang bidang usahanya bermacam-macam. Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit produksi, unit wartel. 

    c.       Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan bahan makanan, pakaian, perabot rumah tangga. 

    d.      Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi) dan menjual secara bersama-sama. Anggota koperasi ini pada umumnya sudah memiliki usaha dan melalui koperasi para anggota mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.

    Bentuk Koperasi Berdasarkan Keanggotaan:

    a.       Koperasi Unit Desa (KUD)
    Koperasi Unit Desa adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan.. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha ekonomi pedesaan, terutama pertanian. Untuk itu, kegiatan yang dilakukan KUD antara lain menyediakan pupuk, obat pemberantas hama tanaman, benih, alat pertanian, dan memberi penyuluhan teknis pertanian.

    b.      Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)
    Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Sebelum KPRI, koperasi ini bernama Koperasi Pegawai Negeri (KPN). KPRI bertujuan terutama meningkatkan kesejateraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan di lingkup departemen atau instansi. 

    c.       Koperasi Sekolah
    Koperasi Sekolah meiliki anggota dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan warga sekolah, seperti buku pelajaran, alat tulis, makanan, dan lain-lain. Keberadaan koperasi sekolah bukan semata-mata sebagai kegiatan ekonomi, melainkan sebagai media pendidikan bagi siswa antara lain berorganisasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kejujuran.

    Selain tiga jenis koperasi tersebut, sesuai keanggotaannya masih banyak jenis lainnya. Misalnya koperasi yang anggotanya para pedagang di pasar dinamakan Koperasi Pasar, koperasi yang anggotanya para nelayan dinamakan Koperasi Nelayan.

    3.      Modal Koperasi (Manajemen Koperasi)
    Setiap perkumpulan atau organisasi dalam melakukan kegiatan untuk mencapai tujuannya memerlukan sejumlah dana. Sebagai badan usaha, koperasi memerlukan dana sesuai dengan lingkup dan jenis usahanya. Dalam rangka mendirikan badan usaha koperasi, yang ditetapkan oleh pembuat undang-undang sebagai syarat minimum untuk mendirikan sebuah koperasi adalah jumlah anggota pendiri. Sedangkan besar modal minimum yang harus disetor sebagai modal awal koperasi oleh para pendirinya tidak ditentukan.

    Sedikitnya ada tiga alasan koperasi membutuhkan modal, anatara lain:
    Pertama, untuk membiayai proses pendirian sebuah koperasi atau disebut biaya pra-organisasi untuk keperluan: pembuatan akta pendirian atau anggaran dasar, membayar biaya administrasi pengurusan izin yang diperlukan, sewa tempat bekerja, ongkos transportasi, dan lain-lain.
    Kedua, untuk membeli barang-barang modal. Barang-barang modal ini dalam perhitungan perusahaan digolongkan menjadi harta tetap atau barang modal jangka panjang.
    Ketiga, untuk modal kerja. Modal kerja biasanya digunakan untuk membiayai operasional koperasi dalam menjalankan usahanya.

    Pengertian modal dalam sebuah organisasi perusahaan termasuk badan koperasi adalah sama, yaitu modal yang digunakan untuk menjalankan usaha. Koperasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang mengumpulkan modal untu modal usaha dan setiap orang mempunyai hak yang sama.

    Modal Dasar
    Tujuan utama mendirikan sebuah organisasi koperasi adalah untuk mengakumulasikan potensi keuangan para pendiri dan anggotanya yang meskipun pada awalnya berjumlah kecil tetapi tetap ada. Modal terdiri dari 2 yaitu :
    •Modal jangka Panjang : Fasilitas Fisik
    • Modal jangka Pendek : Kegiatan Operasional

    Usaha koperasi dilakukan bersama dan dibangun dengan modal bersama. Menurut Undang-Undang Perkoperasian, modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman.

    Modal pinjaman dapat berasal dari:
    a.       Anggota
    b.      Koperasi lain
    c.       Bank
    d.      Sumber lain yang sah

    Modal sendiri dapat berasal dari:
    a.      Simpanan pokok
    Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Jumlah simpanan pokok setiap anggota adalah sama besar. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.
    b.     Simpanan wajib
    Simpanan wajib adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan anggota dalam jangka waktu tertentu. Biasanya dibayar tiap bulan. Jumlah simpanan wajib tidak harus sama untuk tiap anggota. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.
    c.      Simpanan sukarela
    Simpanan sukarela merupakan simpanan yang jumlah dan waktu pembayarannya tidak ditentukan. Simpanan sukarela dapat diambil anggota sewaktu-waktu.
    d.     Dana cadangan
    Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha (SHU). Dana cadangan berfungsi untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
    e.      Dana hibah.
    Dana hibah adalah dana pemberian dari orang atau lembaga lain kepada koperasi.

    Sumber-Sumber Modal Koperasi (UU NO.12/1967)
    a.      Simpanan Pokok
          Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib disetorkan ke dalam kas koperasi oleh para pendiri atau anggota koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat ditarik kembali oleh anggota koperasi tersebut selama yang bersangkutan masih tercatat menjadi anggota koperasi.
    b.     Simpanan Wajib
          Konsekwensi dari simpanan ini adalah harus dilakukan oleh semua anggota koperasi yang dapat disesuaikan besar kecilnya dengan tujuan usaha koperasi dan kebutuhan dana yang hendak dikumpulkan, arena itu akumulasi simpanan wajib para anggota harus diarahkan mencapai jumlah tertentu agar dapat menunjang kebutuhan dana yang akan digunakan menjalankan usaha koperasi.
    c.     Simpanan SukaRela
          Adalah simpanan yang besarnya tidak di tentukan, tetapi bergantung kepada kemampuan anggota.Simpanan sukarela dapat di setorkan dan diambil setiap saat.
    d.     Modal sendiri
          Adalah modal yang berasal dari dana simpanan pokok,simpanan wajib, dan dana cadangan. Dana cadangan ialah sejumlah uang yang diperoleh dari sebagian hasil usaha yang tidak dibagikan kepada anggota. tujuannya adalah untuk memupuk modal sendiri yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila koperasi membutuhkan dana secara mendadak atau menutup kerugian dalam usaha. Fungsi cadangan: Menjaga Kemungkinan rugi dan memperkuat kedudukan finansial koperasi terhadap pihak luar (kreditor).

    Sumber-Sumber Modal Koperasi (UU No.25/1992)
    a.      Modal Sendiri (Equity Capital)
          Terdiri dari modal anggota, baik yang bersumber dari simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan-simpanan lain yang memiliki karakteristik yang sama dengan simpanan pokok atau simpanan wajib, modal penyertaan, modal sumbangan, dana cadangan, dan SHU yang belum dibagi.
    b.     Modal Pinjaman (Debt capital)
    -        Pinjaman dari Anggota
          Pinjaman yang diperoleh dari anggota koperasi dapat disamakan dengan simpanan sukarela anggota. Kalau dalam simpanan sukarela, maka besar kecil dari nilai yang disimpan tergantung dari kerelaan anggota. sebaliknya dalam pinjaman, koperasi meminjam senilai uang atau yang dapat dinilai dengan uang yang berasal dari anggota.
    -       Pinjaman dari Koperasi Lain
          Pada dasarnya diawali dengan adanya kerja sama yang dibuat oleh sesama badan usaha koperasi untuk saling membantu dalam bidang kebutuhan modal. Bentuk dan lingkup kerja sama yang dibuat bisa dalam lingkup yang luas atau dalam lingkup yang sempit; tergantung dari kebutuhan modal yang diperlukan.
    -         Pinjaman dari Lembaga Keuangan
          Pinjaman komersial dari lembaga keuangan untuk badan usaha koperasi mendapat prioritas dalam persyaratan. Prioritas tersebut diberikan kepada koperasi sebetulnya merupakan komitmen pemerintah dari negara-negara yang bersangkutan untuk mengangkat kemampuan ekonomi rakyat khususnya usaha koperasi.
    -        Obligasi dan Surat Utang
          Untuk menambah modal koperasi juga dapat menjual obligasi atau surat utang kepada masyarakat investor untuk mencari dana segar dari masyarakat umum diluar anggota koperasi. Mengenai persyaratan untuk menjual obligasi dan surat utang tersebut diatur dalam ketentuan otoritas pasar modal yang ada.
    -        Sumber Keuangan Lain
          Semua sumber keuangan, kecuali sumber keuangan yang berasal dari dana yang tidak sah dapat dijadikan tempat untuk meminjam modal.

    Distribusi Modal Koperasi
    Distribusi Cadangan Koperasi menurut UU No. 25/1992, adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha yang dimasukkan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
    Sesuai Anggaran Dasar yang menunjuk pada UU No. 12/1967 menentukan bahwa 25 % dari SHU yang diperoleh dari usaha anggota disisihkan untuk Cadangan , sedangkan SHU yang berasal bukan dari usaha anggota sebesar 60 % disisihkan untuk Cadangan. Banyak sekali manfaat distribusi cadangan, seperti contoh di bawah ini:
    a.       Memenuhi kewajiban tertentu
    b.      Meningkatkan jumlah operating capital koperasi
    c.       Sebagai jaminan untuk kemungkinan kemungkinan rugi di kemudian hari
    d.      Perluasan usaha

    4.      Evaluasi Keberhasilan Koperasi

    Dilihat dari sisi anggota:
    Berhasilnya suatu koperasi jika dilihat dari sisi anggota, antara lain yaitu dengan partisipasi anggota tersebut di dalam koperasi, partisipasi anggota dapat dipandang dari beberapa hal antara lain :

    a). Partisipasi dipandang dari sifatnya

    Jika dipandang dari segi sifatnya, partisipasi dapat berupa, partisipasi yang dipaksakan (forced) dan partisipasi sukarela (foluntary). Jika tidak dipaksa oleh situasi dan kondisi, partisipasi yang dipaksakan (forced) tidak sesuai dengan prinsip koperasi keanggotaan terbuka dan sukarela serta manajemen demokratis. Partisipasi yang sesuai pada koperasi adalah partisipasi yang bersifat sukarela (foluntary).

    b). Partisipasi dipandang dari bentuknya

    Dipandang dari sifat keformalannya, partisipasi dapat bersifat formal (formal participation) dan dapat pula bersifat informal (informal participation). Pada koperasi kedua bentuk partisipasi ini bisa dilaksanakan secara bersama-sama.

    c). Partisipasi dipandang dari pelaksanaannya

    Dipandang dari segi pelaksanaannya, partisipasi dapat dilaksanakan secara langsung maupun tidak langsung. Pada koperasi partisipasi langsung dan tidak langsung dapat dilaksanakan secara bersama-sama tergantung pada situasi dan kondisi serta aturan yang berlaku.

    d). Partisipasi dipandang dari segi kepentingannya

    Dipandang dari segi kepentingannya partisipasi dalam koperasi dapat berupa partisipasi kontributis (contributif participation) dan partisipasi intensif (incentif participation). Kedua jenis partisipasi ini timbul sebagai akibat dari peran ganda anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan.

    Dilihat dari perusahaan:
    Efisiensi perusahaan koperasi
    Koperasi merupakan badan usaha yang di landasi dengan kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
    -   Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi.
    -    Efesiensi adalah: penghematan input yang di ukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien). Efesiensi koperasi adalah suatu teori yang membahas tentang suatu hasil yang sesuai dengan kemauan dan harapan yang akan membuahkan hasil maksimal. Di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/di perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :
    a.   Manfaat ekonomi langsung (MEL) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya
    b.    Manfaat ekonomi tidak langsung (METL). adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi di peroleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.
    c.     Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
    TME = MEL + METL MEN = (MEL + METL) – BA
    d. Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara sebagai berikut :
    MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU METL = SHUa

    Efisiensi Perusahaan / Badan Usaha Koperasi:
    a.       Tingkat efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke anggota
    (TEBP) = RealisasiBiayaPelayanan
    Anggaran biaya pelayanan
    Jika TEBP < 1 berarti  efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke anggota
    b.      Tingkat efisiensi badan udaha ke bukan anggota
    (TEBU) = RealisasiBiaya Usaha
    Anggaran biaya usaha
    Jika TEBU < 1 berarti efisiensi biaya usaha

    Efektivitas Koperasi
    Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara membandingkan
    output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika
    Os > Oa di sebut efektif.
    Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
    EvkK = RealisasiSHUk + Realisasi MEL
    Anggaran SHUk + Anggaran MEL
    Jika EvK > 1, berarti Efektif
    Produktivitas Koperasi
    Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika O>1
    maka disebut produktif. Rumus perhitungan Produktifitas Perusahaan Koperasi adalah:
    MODAL KOPERASI
    PPK (1) = SHUk x 100%
    = Rp. 102,586,680 X 100% = Rp. 118,432,448
    = Rp. 86.62%
    Dari hasil ini dimana PPK > 1 maka koperasi ini adalah produktif.

    RENTABILITAS KOPERASI
    Untuk mengukur tingkat rentabilitas koperasi KSU SIDI maka digunakan rumus
    perhitungan sebagai berukut:
    Rentabilitas = S H U X 100%
    AKTIVA USAHA
    = Rp. 102,586,680 X 100% = Rp. 518,428,769
    = Rp. 19.79 %
    Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa setiap Rp.100,- aktiva usaha mampu
    menghasilkan sisa hasil usaha sebesar Rp.19.79,-. Hal ini berarti koperasi KSU SIDI
    Sanur mampu mengembangkan usahanya dengan baik kearah yang meningkat.

    Analisis Laporan Koperasi
    Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban
    pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan
    sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Laporan Keuangan Koperasi berisi:
    -          Neraca.
    -          Perhitungan hasil usaha (income statement).
    -          Laporan arus kas (cash flow)
    -          Catatan atas laporan keuangan
    -          Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan

    Perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan anggota.

    Laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal operasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.

    Rabu, 30 September 2015

    Bisakah Pria Dan Wanita Cuma Bersahabat Saja?

    Seseorang pernah bertanya, “Gimana cara ngebedain teman cowo yang best friend dengan yang mau lebih?” Jawaban saya seperti biasa pendek nyebelin, “Pria yang 1000% best friend pun ga akan nolak kalo dikasih ‘lebih’..” Karena persahabatan pria ke wanita itu seperti sebuah game di mobile gadgets: walau dimainkan santai tanpa ada tujuan, semua pria pasti suka jika bisa masuk bonus stage atau meraih level kejutan. Jadi, bisakah keduanya cuma bersahabat saja tanpa perasaan tertarik dsb?

    JAWABAN PENDEK: Tidak Bisa!

    Biasanya saya memukul kepala orang yang belajar cinta dari kisah Hollywood, tapi ucapan Harry di film When Harry Met Sally kali ini sangat tepat, “Men and women can’t be friends because the sex part always gets in the way.” Ada empat alasannya, saya jelaskan berikut ini dengan singkat:
    • Karena pria dangkal. Walau awalnya murni bersahabat, pria (biasanya) tidak akan menolak jika melihat ada kesempatan untuk meraih/diberikan bonus lebih.. apalagi jika minim atau tidak ada syarat.
    • Karena pria (biasanya) bersahabat hanya dengan wanita yang menarik hati. Untuk apa bersahabat dengan wanita yang tidak menarik, karena pria sudah punya segudang sahabat yang tidak menarik hatinya: teman-teman pria!
    • Karena pria (biasanya) bersahabat dengan wanita atas dasar ketertarikan, sedangkan wanita (biasanya) bersahabat dengan pria atas dasar kenyamanan. Wajarlah sang pria jadi duluan memelihara perasaan dan harapan lebih, baik diakui maupun dipendam.
    • Karena ada faktor sexual chemistry yang sewaktu-waktu bisa teraktivasi. Sedikit saja cipratan biokimia tubuh bisa memicu berbagai ekspektasi romansa, dan pria (biasanya) pihak yang lebih sensitif akan isu seksualitas ini.

    JAWABAN PANJANG: Tidak Bisa, Kecuali …

    Seperti Anda bisa lihat di bagian sebelumnya, jelas faktor kunci yang membuat pria-wanita tidak bisa terus murni bersahabat adalah sang pria. Sebagai wanita, Anda merasa nyaman saja bersahabat dengan pria selama bertahun-tahun tanpa memiliki minat romansa sedikit pun. Kalaupun romansa sempat sedikit terlintas atau digoda oleh teman wanita lainnya, Anda bisa dengan mudah membunuh getar itu dengan alasan, “Engga ah, itu bisa merusak persahabatan!” Lagipula, untuk apa memikirkan cinta yang beresiko merusak persahabatan, jika sesungguhnya ada banyak tawaran romansa lainnya dari pria-pria baru di luar sana?
    Keamanan dan kenyamanan itulah yang membuat wanita secara psikologis bisa mematikan seleranya pada sahabat-sahabat pria. Dalam kajian psikologi evolusi, wanita adalah makhluk sosial yang senantiasa mengelilingi dirinya dengan banyak sahabat pria agar lebih terlindung dari bahaya. Itu sebabnya wanita bisa santai menjalani hubungan platonik (keintiman emosional tanpa keintiman romantik/seksual). Resiko kehilangan sahabat pria baik lebih merugikan daripada resiko salah mencintai; kehilangan sahabat membuatnya merasa kehilangan, bodoh dan rugi. Sementara kalau salah mencintai, dia merasa tetap aman karena punya sahabat-sahabat pria yang senantiasa membela mengingatkan dirinya tidak bodoh atau rugi.
    Sedangkan pria, ‘makhluk satu dimensi yang dangkal, dingin, kasar, dan senantiasa dibodohi testosteron mereka’, memiliki sistem psikologi yang agak berbeda. Sebagai wanita, Anda bisa curhat masalah ke sahabat wanita lainnya, mereka akan menyimak serta berkomentar kesana kemari, merasa akrab senasib sepenanggungan, lalu pulang dan saling menggosip satu sama lainnya. Tapi jika Anda curhat pada sahabat pria, itu membangkitkan gairah kejantanannya untuk melindungi dan memberikan solusi. Keakraban, kehangatan, kelembutan, dan permintaan tolong Anda membuatnya merasa spesial, dicari, diinginkan, dihormati, dibutuhkan. Tambahkan sedikit kontak fisik seperti tepukan atau cubitan kecil saja, insting sang pria akan menyala terang seperti lampu pohon natal. Wajar dia ‘tertipu’ hasratnya sendiri untuk menginginkan Anda lebih jauh dan lebih banyak.. apalagi jika Anda memang terlihat cantik/menarik.
    Persahabatan pria dan wanita adalah comfort zone yang sulit bertahan platonik untuk waktu lama, walau bisa saja awalnya murni demikian. Wanita ingin santai selamanya dalam comfort zone, pria justru gatal menggunakan comfort zone sebagai batu loncatan untuk ke zona-zona lainnya. Wanita melihat kenyamanan, pria melihat kesempatan.
    Itulah yang akan normalnya terjadi, kecuali… sang wanita jelek.
    Content continue below...
    Jelek yang saya maksud bukan “Ih ada jerawat baru, aku jadi jelek!” yang sering dikeluhkan wanita. Bukan juga dalam artian, “Aku pemalas, emosian, cepet nyerah, banyak deh sifat jelek aku!” Jelek yang saya maksud adalah gagal menggairahkan secara visual maupun biologis. Ini pun sebenarnya standar yang sulit dipenuhi, karena orang jelek pun tetap ada peminatnya. Intinya sama seperti poin sebelumnya: dia tidak bergairah melihat Anda. Titik.
    Sepanjang Anda masih punya secuil poin yang sahabat pria Anda anggap menggairahkan, dia tidak akan selamanya memandang Anda hanya sebagai sahabat wanita. Tinggal masalah waktu, dan keberanian untuk mengakui. Jika tidak ada pengakuan (baca: para pria itu menahan mati-matian), persahabatan platonik tersebut akan terus berjalan normal senormal-normalnya, dan Anda memaki, “Hahahaha, Lex salah, kita murni temanan kok.. percuma teori-teori ngejelimet loe, dasar sok tau!”

    JAWABAN PENELITIAN: Tidak Bisa Karena …

    University of Wisconsin-Eau Claire mengumpulkan 88 pasang sahabat pria-wanita, menaruh mereka di ruangan yang terpisah, dan mewawancarai masing-masing dengan puluhan pertanyaan tajam brutal tentang ketertarikan pada sahabatnya. Hasil penelitian berjudul itu dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationships bulan April 2012, menegaskan bahwa pria-wanita memiliki ekspektasi dan sistem perilaku yang berbeda dalam persahabatan persis yang saya tuliskan di atas.
    Anda bisa baca publikasinya yang berjudul Benefit or Burden? Attraction in Cross-Sex Friendship, tapi karena saya tahu Anda malas, berikut adalah kutipan poin-poinnya:
    • Pria punya ketertarikan/minat yang jauh lebih besar pada sahabat wanitanya, dibanding wanita pada sahabat prianya.
    • Pria lebih sering merasa/berpikir sahabat wanitanya tertarik padanya, dibanding wanita merasa tentang sahabat prianya.
    • Merasa sahabat wanitanya tertarik, pria sering menyambung-nyambung/mengartikan perilaku sahabat wanitanya sebagai tanda tertarik.
    • Pria sering mengasumsikan bahwa sahabat wanitanya juga memiliki perasaan/ketertarikan yang sama seperti dirinya.
    • Wanita jarang bisa tertarik pada seorang sahabat dekat, dan berasumsi pria juga punya sikap yang sama sepertinya.
    • Alhasil timbullah pola sosial ini: pria overestimated ketertarikan yang dirasakan oleh sahabat wanitanya dan wanita underestimated ketertarikan yang dirasakan oleh sahabat prianya.
    • Persahabatan terus berlanjut dengan salah satu (atau kadang keduanya) menahan atau menyembunyikan ketertarikannya.
    Anda boleh membantah sekuat tenaga, tapi fakta penelitian sampai detik ini menyatakan pria dan wanita tidak bisa terus murni bersahabat tanpa (salah satu jadi) suka-sukaan. Kalaupun Anda punya bukti-bukti pengalaman sendiri, itu adalah secuil pengecualian atau mungkin juga sang sahabat pria tidak berani mengakui pernah punya getar-getar cinta. Api itu pasti pernah ada, tapi soal dipelihara, sudah ditolak atau disangkal mati-matian.. itu lain cerita.

    Sumber: http://kelascinta.com/romansa/bisakah-pria-dan-wanita-cuma-bersahabat-saja